Sikap Positif - Bagian 1

Posted on August 7, 2006 by bentlove999.
Categories: Uncategorized.

Kita akan mengulas tentang sikap dalam dua tulisan berikut ini.

Kisah Sepuluh Versus Dua Pengintai

Sumber : Bilangan 13:1-14:10

Kala
Israel mendekati Sungai Yordan, Musa mengirim 12 pengintai untuk
menyelidiki tanah Perjanjian. Setiap pengintai merupakan utusan setiap
suku Israel yang akan memasuki Kanaan, mereka mengeksplorasi tanah dan
kembali dengan laporan. Ke-12
pengintai memiliki pengalaman lapangan, namun keputusan dalam batin
dari sepuluh pengintai terlihat berbeda dibanding dua lainnya. Yosua
dan Kaleb membuat laporan minoritas, namun secara kebetulan apa yang
mereka laporkan adalah benar adanya. Apakah laporan yang membedakan
diantara dua kelompok pengintai ini?

Kesamaannya
1. Ke-12 pengintai adalah pemimpin dari suku bangsanya (Bil 13:2)
2. Ke-12 pengintai menerima janji yang sama (Bil 13:2)
3. Ke-12 pengintai menerima kesempatan yang sama (Bil 13:2)

Perbedaan
Mayoritas Laporan :
1. Sepuluh pengintai mengatakan “tidak”
2. Ketidakmengertian misi mereka
3. Melihat Tuhan dalam konsep terang masalah mereka.   

Minoritas Laporan :
1. Dua pengintai mengatakan “pergi”
2. Mereka mengerti misi
3. Melihat masalah dalam konsep terang Tuhan mereka.   

Setelah
mereka kembali, kesepuluh pengintai menyajikan sikap yang membuat takut
tentang keseluruhan tanah perjanjian. Tidak sulit melihat mengapa anda
tidak dapat menemukan Tuhan berada dibalik laporan mereka, mereka tidak
menyebut nama Tuhan sekalipun. Jiwa
mereka tidak berada di tempat seharusnya, cara pandang mereka pesimis
dan laporan negatif menyebar seperti lapisan kotoran diantara kamp
orang Israel. Mereka mengatakan : “Memang benar wilayah itu adalah
daerah yang dipenuhi susu dan madu, namun disana ada raksasa”. “Tidak
ada cara bagi kita untuk bisa memasuki dan memiliki tanah itu”.

Meskipun
Yosua dan Kaleb mengambil perjalanan yang sama dan melihat serta
menjadi saksi hal yang sama dengan 10 pengintai lainnya, mereka kembali
dengan hal yang antusias, laporan positif. Mereka tidak pernah
menyangsikan bahwa bangsa Israel dapat mengambil tanah itu. Mereka
mendasarkan laporan mereka atas dasar apa yang Tuhan lakukan sepanjang
dalam perjalanan di padang gurun. Mereka mengakui adanya halangan,
namun tahu bahwa tidak ada yang bertahun di hadapan Tuhan. Mereka
kembali dengan mengatakan : “Benar ada raksasa di tanah itu, namun
mereka tidak pantas disejajarkan dengan Tuhan kita. Kita dapat membawa
mereka dan juga ladang mereka, sementara itu Kanaan memanglah negara
yang penuh susu dan madu.

Perbedaan Utama Mereka : Sikap!

Perbedaan
diantara dua kelompok ini adalah berasal dari dalam batin mereka.
Laporan yang berbeda merefleksikan pertentangan sikap mereka memandang
tanah perjanjian yang subur, rakyat Kanaan, pekerjaan yang
bersangkutan, Tuhan dan diri mereka sendiri.

Pertimbangkan sikap mayoritas pengintai :
1. Tidak mentaati Tuhan
2. Percaya bahwa tanah perjanjian itu tidak punya masa depan
3. Menunjukkan perasaan pengecut yang didasarkan ketakutan
4. Mengucapkan perkataan yang mengabaikan Tuhan dalam laporan mereka
5. Menderita perasaan rendah macam “belalang”.   

Sebagai
hasilnya? Sepuluh orang yang mengatakan hal pesimis ini menyebarkan
kekuatiran dikalangan kamp Israel. Perilaku busuk mereka menginfeksi
keseluruhan kalangan hingga pekerjaan untuk menularkan masalah rohani
bahkan tidak bisa lagi dilakukan. Catatlah siapa yang dipersalahkan
untuk tanggapan negative yang muncul : “Ke manakah pula kita maju? Saudara-saudara
kita telah membuat hati kita tawar dengan mengatakan: Orang-orang itu
lebih besar dan lebih tinggi dari pada kita, kota-kota di sana besar
dan kubu-kubunya sampai ke langit, lagipula kami melihat orang-orang
Enak di sana. (Ulangan 1:28)
Disepanjang satu laporan yang
negative, komisi kuno ini menghilangkan hampir dua juta orang dari
tanah warisannya di Kanaan. Melalui pengaruh beracunnya, orang Israel
dibawa kembali ke padang gurun untuk mati, dan Tuhan menunda untuk
menepati janji bagi umat pilihanNya selama 40 tahu yang penuh frustasi.

Hanya jika orang Israel mendengarkan pendapat pengintai minoritas! Pertimbangkan sikap mereka yang lebih baik dan lebih tegar :
1. Mentaati Tuhan
2. Menyatakan dengan tegas bahwa mereka seharusnya memasuki dan memiliki tanah
3. Menunjukkan keberanian yang berakar pada iman.
4. Merasakan jaminan ketenangan
5. Melihat diri mereka dalam hubungan dengan Tuhan

Hasilnya?
Kaleb dan Yosua tetap bertahan selama era yang baru, sementara sepuluh
pengintai lainnya menjalani hukuman di padang belantara bersama sisa
orang dewasa yang masuk dalam generasi orang tidak percaya.

Aksioma Sikap

Sikap
membuat perbedaan secara total. Mengembangkan sikap positif adalah
langkah kesadaran pertama untuk menjadi pemimpin yang efektif.
Kepemimpinan yang penuh keberhasilan tidak dapat dibangun tanpa blok
bangunan yang krusial ini. Cek aksioma sikap berikut ini yang
disarankan oleh perkataan dan tindakan Yosua dan Kaleb.

1. Sikap kita mencerminkan pendekatan kita terhadap kehidupan.
2. Sikap kita mencerminkan hubungan kita dengan orang lain
3. Sikap kita seringkali yang membedakan antara sukses dan kegagalan.
4. Sikap kita pada awal tugas akan berdampak pada hasil daripada apapun yang lain
5. Sikap kita dapat merubah masalah menjadi berkat.
6. Sikap kita dapat memberi kita perspektif positif yang tidak biasa.
7. Sikap kita tidak otomatis menjadi baik hanya ketika kita percaya pada Tuhan.    

Bersambung Bagian 2.(nat)

                              

Sumber: Maxwell Leadership Bible
(www.jawaban.com)

no comments yet.



Leave a comment

Names and email addresses are required (email addresses aren't displayed), url's are optional.

Comments may contain the following xhtml tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>