Seni Curhat

Posted on August 7, 2006 by bentlove999.
Categories: Uncategorized.

Kecuali anda tidak punya teman, akan ada waktunya dimana salah seorang
teman atau sahabat anda datang kepada anda, dan tiba-tiba curhat
tentang masalah hidupnya. Entah itu masalah pribadi, hubungan,
keluarga, keuangan atau apapun. Kadang curhat itu disertai tetesan air
mata. Nah lo! Bagaimana ya, bisa menjadi teman curhat yang baik?

Memang
tidak mudah untuk memilih kata-kata atau untuk bereaksi yang tepat
dihadapan teman yang sedang terluka. Apa kita harus membuatnya tertawa
atau kita harus balas curhat tentang pengalaman pahit serupa yang
pernah kita alami? Apakah kita harus memberi nasehat atau membuat teman
kita terus membicarakan masalahnya hingga puas?

Walau setiap
kasus adalah unik dan setiap masalah harus ditangani berbeda, kita bisa
belajar menjadi teman curhat yang “ampuh” dalam setiap situasi:

Bantu dia mengeluarkan isi hatinya

Hal
yang paling penting yang bisa dilakukan ketika teman sedang curhat
ialah MENDENGAR. Hanya dangan mendengar dengan baik saja, dia bisa
langsung merasa bahwa perasaannya sedang dimengerti.

Dari banyak
kasus, seseorang yang sedang banyak masalah dan sedang ingin curhat
kadang hanya ingin untuk berbicara, menangis dan mengeluarkan isi
hatinya. Karena itu, jangan buru-buru menghibur dengan mengatakan bahwa
“senyum dong, jangan sedih” atau “semua akan baik-baik saja”. Lebih
baik biarkan dia mencurahkan semua yang ada dihatinya terlebih dahulu.
Kadang memotong pembicaraan dengan berusaha menghibur akan
menghalanginya untuk merasakan ‘plong’nya curhat.

Biarkan teman
anda bicara sepuasnya, dan jadilah pendengar yang baik. Jaga bahasa
tubuh anda dan terutama mata anda. Jangan jadi orang yang sok tau
ketika sedang mendengar, karena ada kemungkinan besar anda sebenarnya
tidak tau apa-apa.

Realistis-lah

Jika
situasi yang sedang dihadapi teman anda terdengar begitu parah, jangan
mencoba untuk menghibur berlebihan dengan “harapan-harapan palsu”
padanya, walau anda mencoba untuk tetap positif.

Tetap berpikir
positif dan memberinya keyakinan bahwa diatas segala masalah pasti ada
jalan keluar memang hal yang benar. Tapi jangan menambah-nambah
penghiburan sehingga terdengar berlebihan. Lebih baik pastikan padanya
bahwa anda akan selalu anda untuk membantu dan pastikan bahwa anda akan
berdoa selalu untuknya, dan benar-benar lakukanlah itu.

Hargai privasi teman anda

Ada
kalanya teman sedang curhat tapi tidak sepenuhnya bercerita tentang apa
yang membuatnya sedih atau kesal. Dia bersikap seperti itu karena
memang belum siap untuk menceritakan semuanya kepada anda. Karena itu,
jangan berubah menjadi orang penasaran yang berujung pada pemaksaan
kepada teman anda untuk bisa menceritakan semuanya.

Berikan rasa nyaman kepadanya ketika dia bercerita sehingga jika memang dia percaya pada anda, dia toh akan bercerita kemudian dengan sendirinya. Hargai privasi orang lain kala curhat.

Ringankan bebannya

Kadang
orang yang sedang curhat segera membutuhkan bantuan saat itu juga. Jika
anda merasakan hal itu, salah satu kalimat terbaik yang dapat anda
tanyakan padanya adalah “Apa ada yang bisa aku bantu?”.

Dan
jikalau anda bisa melakukan sesuatu untuknya, sesederhana apapun itu,
itu pasti akan meringankan bebannya. Bukankah inti curhat ialah
meringankan beban?

Beri dia waktu

Jika beberapa
lama setelah curhat, teman anda masih terlihat sedih, itu adalah hal
yang wajar. Mungkin memang dibutuhkan waktu yang agak panjang baginya
untuk kembali “baik-baik saja”, apalagi jika masalah yang dihadapi
berat, seperti kematian misalnya.

Disaat
seperti itu, tetaplah dampingi teman anda dan jangan cepat bosan jika
dia kembali kepada anda dan menceritakan hal yang sama kepada anda.
Tetaplah setia menjadi teman curhat yang baik.

Jadilah bijaksana

Hal
ini menyangkut nasehat-nasehat yang ia kehendaki dari anda. Jangan
katakan apa yang anda pikirkan tapi pikirkan apa yang hendak anda
katakan. Orang yang sedang curhat biasanya cepat mengambil masukan apa
saja dari orang yang dia percaya. Jangan sampai solusi dari anda justru
membuat hidupnya makin berantakan. Karena itu, jadilah bijaksana
melalui nasehat anda.

Mengapa begitu penting untuk menjadi teman
curhat yang baik? Selain karena setiap orang memang harus saling
membantu dan mengasihi, tapi akan ada momen dimana andalah yang menjadi
orang yang ingin curhat kepada orang lain. Bukankah disaat itu anda
ingin mendapat teman curhat yang “ampuh”? Perlakukan orang lain seperti
anda ingin diperlakukan.(liv)

                              

Sumber: cbni/biomag
(www.jawaban.com)

no comments yet.



Leave a comment

Names and email addresses are required (email addresses aren't displayed), url's are optional.

Comments may contain the following xhtml tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>