COMMON BELIEFS… MEN HAVE ABOUT WOMEN

Posted on August 7, 2006 by bentlove999.
Categories: Uncategorized.

Are you tired of trying to figure out the opposite sex? Here are seven

of the most common beliefs that men have about women and their

corresponding truths.

LISTEN UP,

Belief #1:

SHE’LL NEVER BE SATISFIED.

Truth: Women are always looking for ways to make things

better. Don’t take her suggestions as complaints or criticisms,

but as her desire to make the relationship or situation the best

that it can be.

Belief #2:

A STRONG, CONFIDENT WOMAN

DOESN’T NEED A MAN TO TAKE CARE OF HER.

Truth: Everyone loves to be taken care of and to feel needed.

Even if a woman can fix things around the house or change

the oil in her car, she will still ask for your help so she can feel

your strength, support and protection. Don’t ever stop asking,

“What can I do for you?” because it shows her that you care.

Belief #3:

WOMEN ONLY WANT TO

CONTROL MEN.

Truth: It’s not about control; it’s about love. When a woman

sees a man hurting, struggling or overwhelmed, her goal is to

help, not control. Let her give you a helping hand.

Belief #4:

KEEPING A WOMAN REQUIRES A LOT

OF HARD WORK, TIME AND MONEY.

Truth: A serious relationship requires time and effort to cultivate

it. You shouldn’t look at it as a burden. Your wife or girlfriend

will reciprocate the effort you put into it.

Belief #5:

YOU CAN’T LIE TO WOMEN.

Truth: Women are extremely capable of picking up moods

and attitudes and can easily read body language and facial

expressions. Although you may think that you have gotten

away with a great lie, she is either letting it slide because she

wants to keep the peace, or she is lying to herself because she’s

afraid of the truth.

Belief #6:

JEALOUSY AND POSSESSIVENESS

ARE A PART OF BEING A WOMAN.

Truth: Women are protective of what belongs to them. They

protect the things they value, especially when it comes to relationships.

It’s not that she doesn’t trust you; she is guarding

the relationship. You are too precious to her for her to allow

anything bad to happen.

Belief #7:

WOMEN ARE EMOTIONAL.

Truth: Women don’t hide their feelings. They articulate

what’s going on in their minds. There’s nothing wrong with

emotionswe all have them. Being in touch with their emotions

causes women to be sensitive and caring, and that’s why

men love them!

By: Claystylin’ (God’s Mold)

Seni Curhat

Posted on by bentlove999.
Categories: Uncategorized.

Kecuali anda tidak punya teman, akan ada waktunya dimana salah seorang
teman atau sahabat anda datang kepada anda, dan tiba-tiba curhat
tentang masalah hidupnya. Entah itu masalah pribadi, hubungan,
keluarga, keuangan atau apapun. Kadang curhat itu disertai tetesan air
mata. Nah lo! Bagaimana ya, bisa menjadi teman curhat yang baik?

Memang
tidak mudah untuk memilih kata-kata atau untuk bereaksi yang tepat
dihadapan teman yang sedang terluka. Apa kita harus membuatnya tertawa
atau kita harus balas curhat tentang pengalaman pahit serupa yang
pernah kita alami? Apakah kita harus memberi nasehat atau membuat teman
kita terus membicarakan masalahnya hingga puas?

Walau setiap
kasus adalah unik dan setiap masalah harus ditangani berbeda, kita bisa
belajar menjadi teman curhat yang “ampuh” dalam setiap situasi:

Bantu dia mengeluarkan isi hatinya

Hal
yang paling penting yang bisa dilakukan ketika teman sedang curhat
ialah MENDENGAR. Hanya dangan mendengar dengan baik saja, dia bisa
langsung merasa bahwa perasaannya sedang dimengerti.

Dari banyak
kasus, seseorang yang sedang banyak masalah dan sedang ingin curhat
kadang hanya ingin untuk berbicara, menangis dan mengeluarkan isi
hatinya. Karena itu, jangan buru-buru menghibur dengan mengatakan bahwa
“senyum dong, jangan sedih” atau “semua akan baik-baik saja”. Lebih
baik biarkan dia mencurahkan semua yang ada dihatinya terlebih dahulu.
Kadang memotong pembicaraan dengan berusaha menghibur akan
menghalanginya untuk merasakan ‘plong’nya curhat.

Biarkan teman
anda bicara sepuasnya, dan jadilah pendengar yang baik. Jaga bahasa
tubuh anda dan terutama mata anda. Jangan jadi orang yang sok tau
ketika sedang mendengar, karena ada kemungkinan besar anda sebenarnya
tidak tau apa-apa.

Realistis-lah

Jika
situasi yang sedang dihadapi teman anda terdengar begitu parah, jangan
mencoba untuk menghibur berlebihan dengan “harapan-harapan palsu”
padanya, walau anda mencoba untuk tetap positif.

Tetap berpikir
positif dan memberinya keyakinan bahwa diatas segala masalah pasti ada
jalan keluar memang hal yang benar. Tapi jangan menambah-nambah
penghiburan sehingga terdengar berlebihan. Lebih baik pastikan padanya
bahwa anda akan selalu anda untuk membantu dan pastikan bahwa anda akan
berdoa selalu untuknya, dan benar-benar lakukanlah itu.

Hargai privasi teman anda

Ada
kalanya teman sedang curhat tapi tidak sepenuhnya bercerita tentang apa
yang membuatnya sedih atau kesal. Dia bersikap seperti itu karena
memang belum siap untuk menceritakan semuanya kepada anda. Karena itu,
jangan berubah menjadi orang penasaran yang berujung pada pemaksaan
kepada teman anda untuk bisa menceritakan semuanya.

Berikan rasa nyaman kepadanya ketika dia bercerita sehingga jika memang dia percaya pada anda, dia toh akan bercerita kemudian dengan sendirinya. Hargai privasi orang lain kala curhat.

Ringankan bebannya

Kadang
orang yang sedang curhat segera membutuhkan bantuan saat itu juga. Jika
anda merasakan hal itu, salah satu kalimat terbaik yang dapat anda
tanyakan padanya adalah “Apa ada yang bisa aku bantu?”.

Dan
jikalau anda bisa melakukan sesuatu untuknya, sesederhana apapun itu,
itu pasti akan meringankan bebannya. Bukankah inti curhat ialah
meringankan beban?

Beri dia waktu

Jika beberapa
lama setelah curhat, teman anda masih terlihat sedih, itu adalah hal
yang wajar. Mungkin memang dibutuhkan waktu yang agak panjang baginya
untuk kembali “baik-baik saja”, apalagi jika masalah yang dihadapi
berat, seperti kematian misalnya.

Disaat
seperti itu, tetaplah dampingi teman anda dan jangan cepat bosan jika
dia kembali kepada anda dan menceritakan hal yang sama kepada anda.
Tetaplah setia menjadi teman curhat yang baik.

Jadilah bijaksana

Hal
ini menyangkut nasehat-nasehat yang ia kehendaki dari anda. Jangan
katakan apa yang anda pikirkan tapi pikirkan apa yang hendak anda
katakan. Orang yang sedang curhat biasanya cepat mengambil masukan apa
saja dari orang yang dia percaya. Jangan sampai solusi dari anda justru
membuat hidupnya makin berantakan. Karena itu, jadilah bijaksana
melalui nasehat anda.

Mengapa begitu penting untuk menjadi teman
curhat yang baik? Selain karena setiap orang memang harus saling
membantu dan mengasihi, tapi akan ada momen dimana andalah yang menjadi
orang yang ingin curhat kepada orang lain. Bukankah disaat itu anda
ingin mendapat teman curhat yang “ampuh”? Perlakukan orang lain seperti
anda ingin diperlakukan.(liv)

                              

Sumber: cbni/biomag
(www.jawaban.com)

Sikap Positif – Bagian 2

Posted on by bentlove999.
Categories: Uncategorized.

Bagian satu tulisan tentang sikap ini mengulas tentang perbedaan utama
sikap negatif dan positif yang akan menentukan keberhasilan atau
kegagalan dalam hidup. Bagian kedua tulisan ini akan mengulas tentang
sikap yang seharusnya dimiliki seorang pemimpin ketika menghadapi
berbagai keadaan serta masalah dalam pekerjaan dan pelayanannya.

Membangun Kepemimpinan Dimulai Dengan Menyesuaikan Sikap

Sumber : Matius 5:1-7:29

Pesan
Yesus yang paling terkenal, Kotbah di Bukit memiliki fokus pada hati
pendengarNya. Dia memiliki target murid-muridNya sebagai pendengarNya
(Matius 5:1,2) dan terus berkotbah tentang apa yang kita sebut sekarang
sebagai ”Kata-kata Bahagia”. Dia memanggil orang-orangNya untuk
menjadi berbeda, untuk melihat dunia dari perspektifnya Tuhan, untuk
berhubungan dengan manusia melalui busana supranatural.

Yesus
mendemonstrasikan bahwa mengembangkan kepemimpinan dimulai dengan
membentuk perspektif pendengarnya. Yesus menantang perspektif manusia
normal diatas :
• kemiskinan spiritual dan juga sukses
• kesedihan dan dukacita
• kesabaran dan kelembutan
• gairah dan rasa lapar
• anugerah dan belas kasihan
• kemurnian dan integritas
• pembuat kedamaian dan pembalasan
• penganiayaan dan malapetaka

Sikap : Pemimpin Harus Terfokus pada Kemampuan Tuhan, Bukan Pada Kemampuan Diri Sendiri

Sumber : Matius 20:1-16 

Pemimpin
seharusnya sering membaca kisah ini. Ini menggambarkan anugerah Tuhan,
diilustrasikan oleh seorang pemilik lahan dan pengerja kebun anggurnya.
Pekerja menunjukkan pada kita bagaimana seorang pemimpin terlihat
ketika mereka berpaling dari Tuhan dan memakai kemampuan mereka
sendiri. Melalui perumpamaan ini Yesus berusaha mengkoreksi sikap yang
salah. Dia mencoba untuk mengalamatkan dengan benar :

1. Penyerapan Diri
Kita mengomel dan membuat komplain tentang ketidakadilan. Kita berfokus lebih kepada pekerjaan kita dibanding Tuhan.
2. Membandingkan
Kita mengabaikan anugerah Tuhan, dan asik memikirkan status orang lain.
3. Kecongkakan
Kita mengharap terlalu banyak ketika tiba waktunya menerima upah dan melupakan bahwa setiap berkat adalah pemberian.
4. Penyimpangan
Ketika kita menghakimi orang sebagai orang yang tidak pantas, kita tidak memahami tentang keseluruhan kerajaan Allah.   

Sikap Positif : Tugas Pertama Yesus Adalah Untuk Mengubah Perspektif Mereka

Sumber : Lukas 6:20-23

Apa
yang Yeus pertama lakukan ketika melatih pemimpin-pemimpinnya? Dia
mengubah perspektif mereka dan juga perilaku mereka. Dia berbicara
tentang memberkati orang miskin, lapar, yang dibenci, dikurung atau
dianiaya. Bicara tentang perubahan sikap!. Pelatihan yang efektif
selalu dimulai dengan sikap dan perspektif, merubah individual dari
dalam keluar.

Sikap Seorang Pemimpin

Sumber : Roma 1:1, 14-16

Paulus
memulai kitab Roma dengan menampakkan dirinya sebagai pelayan sebagai
Tuhan Yesus. Sebelum dia menjadi Rasul atau seorang pengkotbah dalam
kitab Injil, dia adalah pelayan. Ini adalah gambaran paling
komprehensif tentang kepemimpinan dalam Perjanjian Baru. Paulus memakai
bahasa Yunani doulus yang lebih sering ditandai sebagai seorang
pelayan yang telah bersedia dan secara hukum mengikat dirinya sendiri
pada tuannya (Roma 1:1, Filipi 1:11, Titus 1:1).

Perjanjian
Lama memberi latar belakang bagi konsep Ibrani ini (Ulangan 15:1-23).
Ketika datang waktunya bagi tuan melepaskan seorang budak, budak itu
punya pilihan : Menerima kebebasannya, atau tinggal tetap dan melayani tuannya atas dasar pilihan   

1. “Saya adalah orang yang berhutang” (ayat 14)
Secara
literal berarti dia memiliki hutang untuk dibayar. Catatlah bahwa ini
bukanlah suatu hutang yang ia miliki pada Tuhan, namun pada
orang-orang. Dia tujukan pada mereka yang belum pernah mendengar
tentang Injil Tuhan.
2. “Saya siap” (ayat 15)
Secara literal kata ini memiliki arti dia merasa terbakar di dalam batinnya. Antusiasmenya datang dari responnya pada Tuhan.
3. “Saya tidak malu” (ayat 16)
Mengapa
tidak? Karena meskipun dia adalah minoritas yang dilecehkan dari
minoritas terkecil namun pesannya adalah membawa kuasa Tuhan untuk
menyelamatkan setiap orang.

Sikap Positif : Sikap Paulus Mencerminkan Keluhuran Hidupnya

Sumber : Filipi 1:12-18

Kesadaran
pribadi bekerja dengan dua cara. Pertama, kita bekerja terhadapnya.
Kemudian, mereka yang bekerja pada kita. Sekali Paulus telah
menjelaskan tentang misi hidupnya, bahwa tujuan harian telah
mengembangkan sikapnya. Di penjara, kapal karam, kala dipukul, melalui
pencobaan dan perdebatan, paul menjaga tetap tersenyum karena kesadaran
kuatnya akan suatu tujuan. Dia mengerti bahwa pemimpin dapat menyerah
pada keadaan yang mereka alami, atau mereka dapat menyerah pada
penyebab yang Maha Kuasa, sementara keadaan menjadi tidak masalah.

Ketika
kita menyerah pada keadaan kita, kita punya hari baik dan hari buruk.
Kita berada dalam kemurahan atas apa yang terjadi dalam diri kita.
Ketika kita menyerah pada penyebab atau tujuan, kita memiliki hari yang
baik sementara kita berjalan, tujuan kita tidak menjadi mati. Sikap
Paulus menolong tujuan hidupnya terus melaju, kemudian tujuan hidupnya
menolong sikapnya untuk maju juga. Sikapnya menolong dia menyimpulkan
bahwa tidak masalah apa yang menimpa dirinya atau pada orang lain
selama misinya terus berlanjut. .

Sikap Positif : Paulus Memiliki Pemikiran Untuk Membuatnya

Sumber :  Filipi 4:11-13

Paulus memelihara sikap positif meski pada hari-hari buruk. Dia mengajarkan pada kita bahwa :
1. Sikap punya sedikit untuk dilakukan bersama dengan keadaan (ayat 11).
2. Sikap dapat berubah, seperti juga keadaan (ayat 12).
3. Sikap dapat dikembangkan, jika kita belajar rahasianya (ayat 12).
4. Sikap punya satu sumber untuk kekuatannya (ayat 13).   (nat)

                              

Sumber: Maxwell Leadership Bible
(www.jawaban.com)

Sikap Positif - Bagian 1

Posted on by bentlove999.
Categories: Uncategorized.

Kita akan mengulas tentang sikap dalam dua tulisan berikut ini.

Kisah Sepuluh Versus Dua Pengintai

Sumber : Bilangan 13:1-14:10

Kala
Israel mendekati Sungai Yordan, Musa mengirim 12 pengintai untuk
menyelidiki tanah Perjanjian. Setiap pengintai merupakan utusan setiap
suku Israel yang akan memasuki Kanaan, mereka mengeksplorasi tanah dan
kembali dengan laporan. Ke-12
pengintai memiliki pengalaman lapangan, namun keputusan dalam batin
dari sepuluh pengintai terlihat berbeda dibanding dua lainnya. Yosua
dan Kaleb membuat laporan minoritas, namun secara kebetulan apa yang
mereka laporkan adalah benar adanya. Apakah laporan yang membedakan
diantara dua kelompok pengintai ini?

Kesamaannya
1. Ke-12 pengintai adalah pemimpin dari suku bangsanya (Bil 13:2)
2. Ke-12 pengintai menerima janji yang sama (Bil 13:2)
3. Ke-12 pengintai menerima kesempatan yang sama (Bil 13:2)

Perbedaan
Mayoritas Laporan :
1. Sepuluh pengintai mengatakan “tidak”
2. Ketidakmengertian misi mereka
3. Melihat Tuhan dalam konsep terang masalah mereka.   

Minoritas Laporan :
1. Dua pengintai mengatakan “pergi”
2. Mereka mengerti misi
3. Melihat masalah dalam konsep terang Tuhan mereka.   

Setelah
mereka kembali, kesepuluh pengintai menyajikan sikap yang membuat takut
tentang keseluruhan tanah perjanjian. Tidak sulit melihat mengapa anda
tidak dapat menemukan Tuhan berada dibalik laporan mereka, mereka tidak
menyebut nama Tuhan sekalipun. Jiwa
mereka tidak berada di tempat seharusnya, cara pandang mereka pesimis
dan laporan negatif menyebar seperti lapisan kotoran diantara kamp
orang Israel. Mereka mengatakan : “Memang benar wilayah itu adalah
daerah yang dipenuhi susu dan madu, namun disana ada raksasa”. “Tidak
ada cara bagi kita untuk bisa memasuki dan memiliki tanah itu”.

Meskipun
Yosua dan Kaleb mengambil perjalanan yang sama dan melihat serta
menjadi saksi hal yang sama dengan 10 pengintai lainnya, mereka kembali
dengan hal yang antusias, laporan positif. Mereka tidak pernah
menyangsikan bahwa bangsa Israel dapat mengambil tanah itu. Mereka
mendasarkan laporan mereka atas dasar apa yang Tuhan lakukan sepanjang
dalam perjalanan di padang gurun. Mereka mengakui adanya halangan,
namun tahu bahwa tidak ada yang bertahun di hadapan Tuhan. Mereka
kembali dengan mengatakan : “Benar ada raksasa di tanah itu, namun
mereka tidak pantas disejajarkan dengan Tuhan kita. Kita dapat membawa
mereka dan juga ladang mereka, sementara itu Kanaan memanglah negara
yang penuh susu dan madu.

Perbedaan Utama Mereka : Sikap!

Perbedaan
diantara dua kelompok ini adalah berasal dari dalam batin mereka.
Laporan yang berbeda merefleksikan pertentangan sikap mereka memandang
tanah perjanjian yang subur, rakyat Kanaan, pekerjaan yang
bersangkutan, Tuhan dan diri mereka sendiri.

Pertimbangkan sikap mayoritas pengintai :
1. Tidak mentaati Tuhan
2. Percaya bahwa tanah perjanjian itu tidak punya masa depan
3. Menunjukkan perasaan pengecut yang didasarkan ketakutan
4. Mengucapkan perkataan yang mengabaikan Tuhan dalam laporan mereka
5. Menderita perasaan rendah macam “belalang”.   

Sebagai
hasilnya? Sepuluh orang yang mengatakan hal pesimis ini menyebarkan
kekuatiran dikalangan kamp Israel. Perilaku busuk mereka menginfeksi
keseluruhan kalangan hingga pekerjaan untuk menularkan masalah rohani
bahkan tidak bisa lagi dilakukan. Catatlah siapa yang dipersalahkan
untuk tanggapan negative yang muncul : “Ke manakah pula kita maju? Saudara-saudara
kita telah membuat hati kita tawar dengan mengatakan: Orang-orang itu
lebih besar dan lebih tinggi dari pada kita, kota-kota di sana besar
dan kubu-kubunya sampai ke langit, lagipula kami melihat orang-orang
Enak di sana. (Ulangan 1:28)
Disepanjang satu laporan yang
negative, komisi kuno ini menghilangkan hampir dua juta orang dari
tanah warisannya di Kanaan. Melalui pengaruh beracunnya, orang Israel
dibawa kembali ke padang gurun untuk mati, dan Tuhan menunda untuk
menepati janji bagi umat pilihanNya selama 40 tahu yang penuh frustasi.

Hanya jika orang Israel mendengarkan pendapat pengintai minoritas! Pertimbangkan sikap mereka yang lebih baik dan lebih tegar :
1. Mentaati Tuhan
2. Menyatakan dengan tegas bahwa mereka seharusnya memasuki dan memiliki tanah
3. Menunjukkan keberanian yang berakar pada iman.
4. Merasakan jaminan ketenangan
5. Melihat diri mereka dalam hubungan dengan Tuhan

Hasilnya?
Kaleb dan Yosua tetap bertahan selama era yang baru, sementara sepuluh
pengintai lainnya menjalani hukuman di padang belantara bersama sisa
orang dewasa yang masuk dalam generasi orang tidak percaya.

Aksioma Sikap

Sikap
membuat perbedaan secara total. Mengembangkan sikap positif adalah
langkah kesadaran pertama untuk menjadi pemimpin yang efektif.
Kepemimpinan yang penuh keberhasilan tidak dapat dibangun tanpa blok
bangunan yang krusial ini. Cek aksioma sikap berikut ini yang
disarankan oleh perkataan dan tindakan Yosua dan Kaleb.

1. Sikap kita mencerminkan pendekatan kita terhadap kehidupan.
2. Sikap kita mencerminkan hubungan kita dengan orang lain
3. Sikap kita seringkali yang membedakan antara sukses dan kegagalan.
4. Sikap kita pada awal tugas akan berdampak pada hasil daripada apapun yang lain
5. Sikap kita dapat merubah masalah menjadi berkat.
6. Sikap kita dapat memberi kita perspektif positif yang tidak biasa.
7. Sikap kita tidak otomatis menjadi baik hanya ketika kita percaya pada Tuhan.    

Bersambung Bagian 2.(nat)

                              

Sumber: Maxwell Leadership Bible
(www.jawaban.com)

Selamat Tinggal Sikap Buruk

Posted on by bentlove999.
Categories: Uncategorized.

Terkadang anak-anak melakukan ketaatan namun mereka melakukannya dengan sikap yang buruk. Rasa hormat atau penghormatan adalah solusinya.
Adalah penting untuk mengajarkan anak-anak apakah itu arti rasa hormat
dalam bentuk praktek sederhana. Satu ibu mendefinisikan sikap sebagai ”hati bagaimana engkau melakukan sesuatu”.
Ketaatan dinyatakan dalam bentuk tindakan. Rasa hormat dinyatakan dalam
bentuk sikap yang berjalan seiring dengan tindakan yang dilakukan.

Seringkali
satu sikap buruk datang dari kemarahan dalam hati. Bayangkan sebuah
bawang dengan banyak lapisan. Kala anda mengupas satu demi satu
lapisannya, anda akan melihat lapisan demi lapisan hingga anda akan
menemukan inti dari bawang itu. Kemarahan juga seperti itu. Tanda-tanda
paling nyata dari kemarahan adalah kekerasan secara fisik. Memukul,
menampar, menendang, dan menggigit adalah cara yang umum kala kemarahan
didemonstrasikan.

Kala anak-anak belajar untuk mengendalikan
reaksi fisik mereka, mereka mengupas lapisan-lapisan tersebut hingga
menunjukkan lapis berikutnya : kata-kata menyakitkan melalui ucapan sarkastis, mengejek, menyindir atau tanda-tanda mengolok-olok. Tindakan ini bukan pervuatan secara fisik namun senjata mematikan lainnya yang menjadi pertanda gejala kemarahan. 

Lapisan demi lapisan respon kemarahan dapat dipindahkan hingga anda dapat menemukan satu hal yang paling nyata : sikap buruk.
Anak-anak yang tidak mau tidur, membersihkan ruangannya, meninggalkan
pelajaran atau komputernya atau membereskan sepatunya. Anda sering
menginterupsi tindakan mereka dengan memberikan perintah, atau dengan
cara mengoreksi atau bahkan mengatakan ‘tidak’. Lalu anda mendapatkan
kemarahan dinyatakan dalam bentuk sikap yang buruk.

Dengan menyadari hal ini maka anda dapat mengambil langkah pertama yang paling penting kearah perubahan - anda melihat permasalahannya.
Anda tidak akan mendapatkan pekerjaan selesai dengan sikap yang buruk
karena sekarang anda akan melihat pentingnya mengalamatkan sikap
sebagaimana halnya perilaku. Anda mungkin bisa datang pada anak anda
dan mengatakan : ”Sebentar dulu nak!. Sikap kamu ini telah menjadi
masalah. Saya ingin kamu duduk sebentar dan kita lihat bagaimana
seharusnya cara kamu memberikan respon. Bila kamu telah siap untuk
mencoba memberi respon dengan cara yang lain, maka kita akan bisa
teruskan yang lain”.

Jelaskan
pada anak anda nilai dari sikap yang baik dan bahaya dari sikap buruk
dalam pekerjaan atau didalam sekolah. Sikap yang baik adalah penting
dan interaksi anda di rumah adalah tempat terbaik untuk mulai bekerja
mengasah sikap itu.

Tips ini diambil dari buku Say Goodbye to Whining, Complaining, and Bad Attitudes, In You and Your Kids. Digunakan dengan seijin The National Center for Biblical Parenting.(nat)
                              
                              Sumber: The National Center for Biblical Parenting
(www.jawaban.com)