“The Power of Networking”
jawabanCom -
Masih
ada yang beranggapan-bahkan berkeyakinan-bahwa MLM (multi level
marketing) bisa membuat kita cepat kaya dengan cara yang mudah dan
tidak perlu ‘repot-repot’ menjual produk. Yang penting merekrut dan
terus merekrut downline, karena mereka yang ‘bekerja’ untuk upline-nya. Plus satu lagi, yang bersangkutan harus punya mimpi besar memiliki mobil mewah dan pendapatan besar.
Dan
selanjutnya tinggal tidur nyenyak lalu menunggu sampat terbangun dan
semuanya terwujud dengan gampang. Pokoknya, bisa langsung sukses dan
kaya mendadak. Tetapi ternyata semuanya tadi hanyalah ilusi. Tidak
lebih dari sebuah mitos yang menyesatkan.
MLM juga dikenal sebagai network marketing memang punya ‘power’ untuk terus growth
bahkan dengan tingkat pertumbuhan yang eksponensial. Dan kesemuanya
tidak sekadar ‘buah mimpi’, melainkan sistem terintegrasi yang bisa
mensinergikan berbagai power. Dan hal seperti ini bisa dilihat secara
kasat mata pada pribadi-pribadi sukses di bisnis MLM yang sampai ke
level diamond, double diamond atau crown agency di perusahaan MLM besar
seperti QuestNet, Amway atau CNI.
Dasar kerja
Modal
awal dan sangat mendasar dari sistem kerja network marketing dimulai
dari adanya keyakinan para anggotanya akan manfaat-manfaat besar yang
bisa didapatkan melalui network marketing, yaitu:
Financial security.
Ada rasa ‘aman’ karena hasil kerja hari ini bisa punya efek pada
pendapatan yang akan didapat di masa mendatang melalui mekanisme kerja
network marketing yang memberi potensi penghasilan dari bekerjanya
network.
Financial freedom. Anggota network marketing
mempunyai keleluasaan untuk mengatur keuangannya. Bisa bekerja ala
kadarnya untuk mendapatkan penghasilkan ala kadarnya, tetapi juga bisa
mendapat kesempatan penghasilan besar dengan bekerja keras.
Love the business, not ‘married’.
Untuk sukses di network marketing memerlukan komitmen dan kerja keras.
Tetapi itu tidak berarti ‘married with the business’, dan bahkan bisa
‘lupa’ pada istri atau suami.
Network marketing memberi
peluang mengerjakan bisnis bersama dengan pasangannya seperti kita
lihat pada pasangan-pasangan sukses di MLM.
Have a peace of mind.
Dengan prinsip mulia untuk membantu anggota baru akan bisa sukses, maka
upline bisa mendapat kendamaian. Dan memang banyak orang yang sukses di
MLM karena ingin membantu orang lain.
Helping each-other.
Network marketing baru berjalan efektif bila ada kemauan dan teladan
untuk saling membantu. Bahu membahu menjadi kunci mutlak untuk
kesuksesan.
Dan untuk melengkapi kesemuanya tersebut, terdapat beberapa prinsip operasional bisnis network marketing seperti:
Duplication power.
Pada dasarnya network marketing merupakan bisnis duplikasi. Untuk
menjadi sukses, seseorang haruslah mampu ‘meniru’ apa yang dikerjakan
upline-nya dan memberi contoh yang sama kepada downline. Harus terjadi
proses duplikasi yang baik sehingga setiap individu dalam jejaring
tersebut, baik baru ataupun lama, mampu mengikuti sistem yang ada dan
melakukan hal yang sama dengan cara yang sederhana.
Sistem
yang sederhana pada network marketing merupakan hal penting, yang
memungkinkan setiap anggota mampu mengikuti sistem yang ada, tanpa
perlu mempertimbangkan apa latar belakang pendidikan, pengalaman, dan
lokasi geografi mereka.
Exponential growth. Memahami
konsep eksponensial dalam hubungannya dengan network marketing akan
membantu memahami potensi model bisnis netwok marketing. Hanya dengan
bermodal Rp1 dan hanya dengan berusaha melipatgandakannya setiap hari,
maka pada akhir hari ke-31 akan diperoleh lebih dari Rp10 juta.
Bayangkan hal ini terjadi dalam kehidupan manusia, apabila semua
anggota jejaring menggunakan produk dan jasa tersebut setiap hari, maka
akan terlihat betapa hebatnya kekuatan pertumbuhan eksponensial.
Principle of franchising.
Franchise telah sukses diterapkan oleh Kolonel Sanders dengan KFC-nya.
Franchise sesungguhnya merupakan konsep yang kuat dan mendatangkan
kesuksesan. Tidak banyak yang bisa diperoleh jika hanya berbisnis di
satu lokasi. Namu dengan ribuan cabang yang beroperasi di bawah sebuah
konsep franchise, kesuksesanlah yang terlihat. Seperti halnya dilakukan
oleh KFC dan McD.
Dengan
memasukkan prinsip franchise pada network marketing, maka pertumbuhan
bisnis dapat bersifat eksponensial karena semua orang bisa memulainya
dengan modal awal yang kecil, dan risikonya pun kecil. Kombinasi antara
franchise dan pertumbuhan eksponensial mnembuat network marketing
menjadi alternatif bisnis modal yang menjanjikan.
Leveraging power.
Leveraging merupakan konsep yang penting dalam sebuah usaha bisnis.
Kredit bank biasanya digunakan sebagai leverage untuk mendongkrak
volume bisnis melalui penyediaan dana lebih besar sehingga bisa
‘menampung’ perputaran usaha lebih besar. Pada network marketing
dikenal istilah ‘other pleople’s time’ sebagai faktor leverage.
Kebersamaan.
Setiap orang dalam jaringan MLM perlu melakukan sesuatu secara pribadi
agar bisa ‘merasakan’ the power of networking, yang bisa kita kenal
sebagai prinsip gotong royong. Misalnya sama-sama mengonsumsi produk
yang dipasarkan atau sama-sama melakukan presentasi. Dan bila semua
orang dalam jejaring melakukan hal yang sama, maka pengaruhnya akan
terlihat nyata.
"Lebih baik mendapatkan 1% dari usaha 100 orang, dari pada mendapat 100% dari usaha sendiri."
(joe)
Sumber: cyberjob/edunet/berbagai sumber
Agen
Paten, Copyright (Hak Cipta), Struktur Usaha, Form Pajak, Asuransi, Keselamatan Kerja, UU Pekerja Anak, Ketentuan Bangkrut.
Bagaimana saya tahu ketika usaha saya dalam kesulitan?
Berbagai