Masturbasi… dosa atau tidak

Posted on April 28, 2005 by bentlove999.
Categories: Uncategorized.

                          -*- MASTURBASI -*-

  Di gereja sekarang ini terdapat berbagai pandangan yang sangat
  berbeda tentang masturbasi (onani). Ada di antara mereka yang selalu
  berpendapat bahwa masturbasi itu dosa, dan ada mereka yang
  mengatakan bahwa masturbasi itu merupakan karunia Allah, suatu
  pemberian yang bijaksana bagi orang muda.

  Salah satu alasan mengapa pendapat-pendapat itu begitu berlainan
  adalah karena di dalam Alkitab tidak ada petunjuk yang jelas dan
  tegas mengenai masturbasi. Beberapa generasi lalu, Kejadian 38:8-11
  dan 1Korintus 6:9,10 dipakai untuk mengutuk masturbasi. Nats yang
  pertama bercerita tentang Onani (Red.: nama orang) yang tidak mau
  menaati hukum Ibrani Kuno yang menuntut seorang laki-laki untuk
  mendapatkan anak dengan janda saudara lelakinya. Nats yang kedua
  menyebut "pemburit" yang di dalam versi King James diterjemahkan
  sebagai "orang yang menyalahgunakan tubuh mereka sendiri", yang
  sekarang diterjemahkan dengan tepat sebagai "kaum homoseksual". Baik
  kata "onani" maupun kata "penyalahgunaan tubuh sendiri" dahulu
  dipakai untuk menunjuk perbuatan masturbasi, tetapi tidak satu pun
  dari ayat itu yang benar-benar berbicara tentang perbuatan tersebut.

  Beberapa orang mengemukakan bahwa masturbasi bukan perbuatan yang
  salah karena Alkitab tidak mengatakan apa-apa tentang perbuatan itu.
  Menggunakan alasan seperti itu bisa berbahaya. Banyak godaan yang
  kita hadapi dewasa ini tidak pernah disebutkan di dalam Alkitab.
  Walaupun demikian, kita mengetahui bahwa masturbasi sudah ada sejak
  zaman dahulu dan umum diketahui. Perbuatan ini paling awal disebut
  di dalam Egyptian Book of The Dead, sekitar 1500 SM. Kita mengetahui
  bahwa Alkitab menyebut hampir tiap kegiatan seksual lainnya –
  percabulan, perzinahan, homoseksualitas, hubungan seks dengan
  binatang. Perbuatan-perbuatan itu disebut dengan gamblang. Karena
  masturbasi merupakan tindakan seksual yang begitu umum sejak dahulu
  kala, saya kira kita mempunyai hak untuk bertanya mengapa masturbasi
  tidak disebutkan di dalam Alkitab jika itu adalah perbuatan yang
  berdosa.

  Dari pandangan medis dan ilmu pengetahuan, kita sekarang mengetahui
  bahwa masturbasi tidak berbahaya secara mental ataupun fisik. Tidak
  ada alasan-alasan moral yang melawan masturbasi berkenaan dengan
  kesehatan jasmani, seperti alasan-alasan yang menentang rokok
  didasarkan atas bahaya kanker, emfisema (sejenis penyakit paru-
  paru), dan penyakit jantung.

  Karena tidak ada petunjuk langsung dari Alkitab, dan karena tidak
  ada alasan-alasan moral tentang bahayanya bagi kesehatan jasmani,
  maka kita harus memakai prinsip-prinsip Kristiani lain untuk
  menentukan apakah masturbasi itu benar atau salah. Saya pribadi
  menyimpulkan bahwa masturbasi itu sendiri tidak baik dan juga tidak
  jahat. Untuk menentukan salah dan tidaknya, pertanyaan-pertanyaan
  lain harus diajukan.

  1. Apakah kehidupan pikiran bersih?
     ——————————–
     Dalam Matius 5:27,28 Yesus berkata, "Kamu telah mendengar firman:
     Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang
     memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan
     dia di dalam hatinya." Perzinahan dan percabulan mental adalah
     salah, dan pasti merupakan penghalang bagi pertumbuhan rohani.
     Berkhayal tentang perbuatan yang dianggap dursila bila dilakukan
     adalah salah.

     Tetapi ini bukan berarti bahwa semua khayalan adalah salah. Saya
     mengenal beberapa pasangan suami-istri, yang bila berjauhan,
     melakukan masturbasi dan memikirkan satu sama lain. Hal ini
     dilakukan dalam lingkungan hidup perkawinan dan tidak dapat
     digolongkan sebagai perzinahan mental.

     Perlu ditambahkan lagi bahwa tidak semua masturbasi disertai
     khayalan. Penyelidikan menunjukkan bahwa kira-kira seperempat
     orang laki-laki dan setengah orang perempuan tidak berkhayal pada
     waktu mereka melakukan masturbasi. Bagi mereka, masturbasi hanya
     merupakan pelepasan fisik dari ketegangan seksual.

     Sudah jelas, orang tidak mungkin mempunyai pikiran yang bersih
     sementara menggunakan pornografi untuk merangsang khayalan yang
     membirahikan mengenai perbuatan-perbuatan haram. Namun ada orang
     yang bisa melakukan masturbasi tanpa membayangkan sesuatu yang
     najis.

  2. Apakah kehidupan sosial dan kekeluargaan sehat?
     ———————————————–
     Ada orang yang memakai masturbasi sebagai pelarian dari kehidupan
     sosial. Jika masturbasi menjadi pengganti hubungan kita dengan
     sesama, jika dipakai sebagai upaya untuk melarikan diri dari
     tekanan kesepian, frustrasi dan depresi, maka perbuatan itu
     merugikan kita dan menghalang-halangi pertumbuhan rohani.

     Setelah bertahun-tahun memberikan konseling, saya akhirnya
     membedakan antara masturbasi sebagai upaya sementara untuk
     melepaskan nafsu seksual yang normal dan masturbasi sebagai
     kebiasaan yang terus-menerus dilakukan oleh karena goncangan
     emosional yang mendalam. Kadang-kadang, masturbasi merupakan
     bagian yang tak dapat dielakkan dalam proses pertumbuhan yang
     normal, khususnya bagi para remaja laki-laki. Sebaliknya,
     masturbasi yang terus-menerus, disebabkan oleh problema yang
     serius: ketidakmampuan untuk berhubungan dengan orang lain,
     khususnya dengan lawan jenisnya; depresi dan rasa dendam yang
     mendalam. Dalam situasi seperti ini, masturbasi merupakan gejala
     dari persoalan yang lebih mendalam.

     Orangtua, pendeta, dan para konselor Kristen harus belajar untuk
     mengetahui perbedaan antarbermacam-macam jenis masturbasi. Bagi
     kebanyakan orang Kristen, masturbasi merupakan dalih untuk rasa
     bersalah mereka, padahal masalah yang sebenarnya bukanlah
     masturbasi itu.

  Jika seseorang kuatir tentang masturbasi, bagaimana ia dapat
  mengatasinya?

  Biasanya, untuk menyerang secara langsung perbuatan ini dari segi
  rohani adalah sia-sia. Hal ini tidak memperkecil persoalan tetapi
  justru memperburuknya. Membangkitkan perasaan gelisah tentang
  masturbasi, justru merangsang perbuatan itu. Sebenarnya, serangan
  secara langsung itu sering menciptakan lingkaran ke bawah: orang
  yang bersangkutan itu berusaha berdoa dan membaca Alkitab serta
  berjanji akan berhenti, tetapi ia tak mampu menepati janjinya lalu
  merasa tidak enak sekali, dan mengulangi pendekatan ini lagi.

  Berdoa bisa menolong — atau bisa merusak. Doa yang merusak adalah
  negatif. Doa-doa itu mengatakan kepada Allah betapa buruknya kita,
  sehingga doa itu malah menciptakan rasa bersalah, keresahan, dan
  depresi yang lebih hebat. Doa yang menolong mengucapkan perkataan
  yang meyakinkan kasih Allah yang menerima kita apa adanya. Doa itu
  akan menunjuk kepada kesetiaan-Nya walaupun kita gagal. "Terima
  kasih, ya Tuhan, karena Engkau mengasihiku, menyembuhkanku, dan
  menolongku dalam semua persoalanku." Berdoa dengan positif menolong
  untuk mematahkan lingkaran keputusasaan dan rasa bersalah.

  Tak seorang pun yang dapat memastikan, apakah masturbasi yang
  menimbulkan rasa bersalah, atau rasa bersalah itu yang mendorong
  untuk melakukan masturbasi. Apa pun masalahnya, menyerang keadaan
  itu secara langsung akan membuatnya semakin buruk. Jauh lebih baik
  untuk mengalihkan pikiran mereka dari rasa bersalah dan kecemasan
  mereka dengan menerangkan bahwa salah dan benarnya perbuatan itu
  bergantung pada faktor-faktor lain.

  Jadi, bagaimana seseorang harus menghadapi masturbasi? Hadapi secara
  tidak langsung. Perhatikan kehidupan sosial, jalin hubungan dengan
  orang lain. Bergaullah, jangan berkhayal. Adakan kegiatan di luar
  rumah dengan orang lain. Carilah teman, khususnya dari lawan jenis –
  orang-orang sesungguhnya dapat Anda senangi tanpa berkhayal secara
  seksual tentang mereka.

  Jikalau seseorang melakukan hal ini, kadang-kadang kebiasaan yang
  terus-menerus menguasai dirinya itu dapat dihentikan hanya dalam
  beberapa minggu atau bulan. Masturbasi tidak lagi menjadi pusat
  perhatian eksistensi orang itu, melainkan menjadi cara yang kadang-
  kadang digunakan untuk mengurangi ketegangan seksual. Bahkan,
  akhirnya orang itu mungkin meninggalkannya sama sekali.

  Sukacita yang sejati yang terdapat dalam persahabatan dan pergaulan
  melalui hubungan kencan yang sehat bisa memenuhi kebutuhan yang
  dahulu dipenuhi oleh suatu cara yang tidak memuaskan. Orang itu
  tidak perlu lagi melakukan masturbasi. Ia telah tumbuh, menjadi
  dewasa, dan meninggalkan sifat kekanak-kanakannya.

-*- Sumber diedit dari: -*-
  Judul Buku    : Pola Hidup Kristen
  Judul Artikel : Masturbasi
  Penulis       : David A. Seamands
  Penerbit      : Kerjasama antara Penerbit Gandum Mas, Yayasan Kalam
                  Hidup dan YAKIN
  Halaman       : 823 - 827

*CAKRAWALA *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* CAKRAWALA*

  (Artikel 2)

               -*- MASTURBASI: MASALAH KLASIK PRIA -*-

  "Pria melihat seks di mana-mana dan di dalam segala hal. Di rok
  mini, celana jeans ketat, keramahan, dan bahkan senyuman. Pria
  memiliki kemampuan mengubah hampir segala hal ke dalam obsesi yang
  dapat memuaskan dorongan-dorongan erotis. Tapi di sisi lain, ada
  semacam memori di dalam pikiran pria yang mengatakan bahwa ia harus
  mengendalikan hormonnya. Jadi, tidak mengherankan jika pria suka
  bingung dengan seksualitas diri mereka," kata Dr. Archibald D. Hart,
  dekan Graduate School of Psychology di Fuller Theological Seminary
  di California, yang juga penulis buku "The Sexual Man".

  Dan khusus bagi pria lajang, umumnya akan mengalami masalah dengan
  urusan onani (masturbasi). Di mata medis, efek jelek bermasturbasi
  lebih pada kerisauan batin pada diri pelaku sendiri. Orang yang
  rajin beronani menjadi "sakit" bukan lantaran onani mengakibatkan
  dengkul menjadi kopong, melainkan karena kegundahan akibat ia merasa
  yakin dirinya sedang dipelototi Tuhan.

  Secara medis, tidak ada alasan yang bisa mendasari larangan untuk
  beronani, tapi sebaliknya, tidak ada dasar medis juga yang
  menganjurkan agar orang berbondong-bondong melakukan masturbasi.

  Sperma yang tidak tersalurkan tidak bakal menjadi batu atau berubah
  menjadi jimat. Tanpa perlu diperintah lagi, sperma ini dengan
  sendirinya akan diserap oleh tubuh, tanpa menyisakan efek buruk.

  Jadi, masalahnya cuma pada bagaimana setiap pria lajang bisa cerdas
  mengendalikan diri. Saya rasa itu lebih pada soal muatan niat saja.
  Selama pria lajang tidak rela terbawa terus oleh preokupasi seks
  dari waktu-waktu luangnya, ia tidak bakal mudah terhanyut oleh
  dorongan hormon testosteron yang membuat gairah seksnya meningkat.

  Pengaruhnya pada Keintiman Pernikahan
  ————————————-
  Walau tidak memberi dampak secara medis, masturbasi dapat memberi
  dampak pada keintiman dan kelanggengan pernikahan. Dari penelitian
  yang dilakukannya, Dr. Archibald mengatakan bahwa pria yang
  bermasturbasi akan terus melakukannya sekalipun telah menikah.
  Mereka bermasturbasi karena ketagihan. Kecanduan ini terbentuk sejak
  masa remaja, biasanya dalam konteks disalahkan atau tabu yang kuat.

  Obsesi ini menjadi tidak sehat untuk pernikahan karena para suami
  akhirnya merasa bahwa hubungan seks kurang memuaskan. Penggunaan
  fantasi membawanya kepada pelukan orang lain atau kepada film porno
  favoritnya. Ia tidak memprioritaskan hubungan seks dan keintiman
  yang semestinya dengan pasangannya. Padahal, hanya keintimanlah yang
  dapat membangun ikatan seksual yang lebih baik antara suami dan
  istri.

-*- Sumber diambil dari: -*-
  Judul Majalah: GetLIFE!, Edisi #04
  Judul Artikel: Masturbasi: Masalah Klasik Pria
  Penulis      : dr. Handrawan Nadesul
  Penerbit     : Yayasan Pelita Indonesia, Bandung, 2004
  Halaman      : 61

*BIMBINGAN *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*–*-*-*-*-*-*-*-*-* ALKITABIAH*

              -*- PERSPEKTIF ALKITABIAH: MASTURBASI -*-

  Meskipun masih banyak orang yang memperdebatkan apakah masturbasi
  itu berdosa atau tidak, namun beberapa ayat berikut ini kami
  harapkan mampu menjadi landasan bagi Anda untuk menjawab kontroversi
  ini. Berikut ini ayat-ayat tersebut:

  Fantasi seksuil dalam perzinahan   : Matius 5:27-28
  Jangan membawa diri dalam pencobaan: Yakobus 4:7-8
  Tuhan menghendaki pertobatan kita  : 1Yohanes 1:7b
  Belajar memikirkan hal-hal yang baik dan berkenan kepada Tuhan:
  Filipi 4:8; Roma 12:1-2; Kolose 3:2.

-*- Sumber diambil dari: -*-
  Judul Buku  : Buku Panduan Pelayanan Konseling Melalui Telepon
  Penulis     : Pdt. Dr. Yakub B. Susabda; Dr. Esther Susabda;
                Ir. Asriningrum Utami; Dra. Iis Achsa, S.Th.;
                Lanny Pranata, B.A.; Dra. Lily Yuliana
  Penerbit    : People Helpers Ministry Indonesia, Jakarta, 1998
  Halaman     : 42

*TIPS *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* TIPS*

              -*- MENGHILANGKAN KEBIASAAN MASTURBASI -*-

  Suatu kebiasaan ialah sesuatu yang dilakukan berulang-ulang tanpa
  mempertanyakan ataupun meragukannya. Untuk menghilangkan kebiasaan
  melakukan masturbasi, seseorang harus membuat usaha terencana untuk
  menolaknya atau memutuskan kebiasaan yang mendorong dan bersifat
  spontan tersebut.

  PERTAMA, Anda harus mempunyai kemauan untuk mengubahnya. Niat yang
  tulus untuk mengubah kebiasaan berdosa ini harus diucapkan kepada
  Allah dalam doa. Katakanlah kepada Allah bahwa Anda benar-benar
  ingin menghentikan kebiasaan ini, bahwa Anda merasa tidak mampu
  mengendalikannya, dan bahwa Anda tidak sanggup menghilangkan
  kebiasaan ini tanpa pertolongan-Nya. Mintalah pertolongan-Nya,
  dengan penuh keyakinan dan kepercayaan. Katakanlah kepada-Nya bahwa
  Anda mengharapkan-Nya untuk memberi kekuatan dan disiplin diri yang
  Anda perlukan. Mungkin Anda perlu mendoakan hal ini beberapa kali.

  KEDUA, mulailah mempelajari dan mengingat kembali mengenai kebiasaan
  masturbasi Anda. Pelajarilah polanya. Berapa kali hal itu terjadi?
  Di mana dan kapan Anda melakukannya? Bagaimanakah perasaan Anda
  secara fisik ataupun emosional pada saat melakukannya? Sebagai
  contoh, seseorang mendapati bahwa ia selalu melakukan masturbasi
  pada larut malam, di tempat tidurnya ketika ia merasa sangat lelah.
  Orang yang lain mendapati bahwa hal itu terjadi bila ia merasa
  kosong dan agak depresi.

  KETIGA, pelajarilah penggunaan metode berikut untuk memutuskan atau
  menghentikan kebiasaan masturbasi. Metode ini terdiri atas lima hal
  yang harus Anda lakukan, yaitu:

     1. Situasi yang Berbahaya
        ———————-
        Keadaan atau situasi berbahaya yang bagaimanakah yang Anda
        alami ketika melakukan masturbasi? Misalnya, apakah Anda
        melakukannya setiap kali Anda berada di tempat tidur, atau
        pada pagi hari ketika Anda sedang mandi, bila Anda merasa
        bosan dan gelisah? Saat-saat ini merupakan saat berbahaya bagi
        Anda. Dengan mewaspadai saat atau keadaan berbahaya ini serta
        mengubahnya bila itu dapat Anda lakukan, maka seharusnya Anda
        mulai dapat mengurangi kebiasaan masturbasi Anda.

     2. Tindakan atau Perbuatan
        ———————–
        Perbuatan apakah yang Anda lakukan untuk merangsang diri,
        apakah dengan mata, tangan, atau tubuh Anda? Anda harus
        mengambil keputusan untuk memperhatikan hal ini serta
        menghentikannya.

     3. Ayat Alkitab
        ————
        Gunakanlah ayat-ayat tertentu dalam Alkitab yang telah Anda
        hafalkan untuk memperkuat keputusan Anda dan mintalah
        pertolongan Allah bila Anda tergoda untuk melakukan
        masturbasi. Carilah ayat-ayat berikut dan cobalah
        menghafalkannya: Mazmur 37:5; 46:2;
                         Yesaya 26:3;
                         Matius 4:4; 7:10;
                         Roma 8:28;
                         Filipi 4:13,19.

     4. Minat atau Niat
        —————
        Ucapkanlah kata-kata berikut ini dengan tegas dalam diri Anda,
        "Saya tidak berminat melakukan masturbasi karena …"
              - Saya tidak mau berbuat dosa.
              - Saya tidak menyukai citra diri saya ini.
              - Saya adalah manusia baru dalam Kristus.
              - Hal itu tidak berguna bagi harga diri saya.
              - Hal itu membuat saya merasa sebagai orang yang munafik
                atau curang.
              - Saya memiliki pengendalian diri untuk menghilangkan
                kebiasaan ini.

     5. Pola Pikir
        ———-
        Dengan penuh kesadaran, ubahlah pola pikir Anda. Kebiasaan
        melakukan masturbasi selalu dirangsang oleh pikiran-pikiran
        yang bersifat erostis dan seksual. Bila pikiran-pikiran
        semacam itu timbul, sangat penting bagi Anda untuk "menawan
        segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus," (2Korintus
        10:5b). Cara yang efektif untuk melakukan hal ini ialah
        mengatakan dengan tegas, "Berhenti!" Kemudian mulailah
        mengalihkan diri Anda dengan kegiatan atau pikiran lain.

  [Dalam bahasa Inggris, kelima hal tersebut dapat disingkat sebagai
   HABIT --> H: Hazardous Situation (Situasi yang Berbahaya),
             A: Action (Tindakan atau Perbuatan),
             B: Bible Verses (Ayat-ayat Alkitab),
             I: Intentions (Minat atau Niat),
             T: Thought (Pola Pikir).
  Dalam bahasa Inggris sendiri, kata "habit" berarti kebiasaan.]

  Bila dengan penuh kesadaran Anda berusaha melaksanakan kelima hal
  tersebut, Anda akan mampu mengurangi kebiasaan masturbasi. Allah
  pasti akan menguatkan dan memberkati usaha-usaha Anda ini. Ingatlah,
  "Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa
  yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." (1Samuel 16:7)

-*- Sumber diedit dari: -*-
  Judul Buku: Tidak Lagi Homo
  Penulis   : Dr. William Consiglio
  Penerbit  : Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1998
  Halaman   : 102 - 104

Why God Created Pets

Posted on April 23, 2005 by bentlove999.
Categories: Uncategorized.

newly discovered chapter in the Book of Genesis has provided the answer to "Where do pets come from?" Adam said, "Lord, when I was in the garden, you walked with me everyday. Now I do not see you anymore. I am lonesome here and it is difficult for me to remember how much you love me."

And God said, "No problem! I will create a companion for you that will be with you forever and who will be a reflection of my love for you, so that you will love me even when you cannot see me. Regardless of how selfish or childish or unlovable you may be, this new companion will accept you as you are and will love you as I do, in spite of yourself."

And God created a new animal to be a companion for Adam. And it was a good animal. And God was pleased. And the new animal was pleased to be with Adam and he wagged his tail. And Adam said, "Lord, I have already named all the animals in the Kingdom and I cannot think of a name for this new animal."

And God said, "No problem! Because I have created this new animal to be a reflection of my love for you, his name will be a reflection of my own name, and you will call him DOG."

And Dog lived with Adam and was a companion to him and loved him. And Adam was comforted. And God was pleased. And Dog was content and wagged his tail.

After a while, it came to pass that Adam’s guardian angel came to the Lord and said, "Lord, Adam has become filled with pride. He struts and preens like a peacock and he believes he is worthy of adoration. Dog has indeed taught him that he is loved, but perhaps too well."

And the Lord said, "No problem! I will create for him a companion who will be with him forever and who will see him as he is. The companion will remind him of his limitations, so he will know that he is not always worthy of adoration."

And God created CAT to be a companion to Adam. And Cat would not obey Adam. And when Adam gazed into Cat’s eyes, he was reminded that he was not the supreme being. And Adam learned humility.

And God was pleased.
And Adam was greatly improved.
And Dog was happy.
And the Cat didn’t give a hoot one way or the other.

POWER OF LIVING

Posted on April 18, 2005 by bentlove999.
Categories: Uncategorized.

Every Christian is to grow spiritually. The following POWER acrostic will help you to remember the essential elements to spiritual progress.

Pray. The Christian who wants to grow, communicates with God through prayer. He expresses his gratitude to Him, confesses his sins, and comes to Him with his requests for himself and for others. God promises to be near to all who come to Him in prayer (Ps. 145:18).

Obey. In John 14, Jesus said that our obedience to His commands is an indicator of our love for Him (vv.15,21,23). We can’t do it in our own strength, however. That’s one of the reasons He gave us the Holy Spirit (vv.16-17). As we yield to Him, the Spirit provides the power to walk in obedience (Gal. 5:16-25).

Worship. A Christian’s devotion to God is to be continuous. Privately, he should worship God in his thoughts and prayers (Ps. 34:1). Publicly, he should unite with fellow believers in a local assembly to bring praise to God (Ps. 111:1; Heb. 10:24-25).

Evangelize. The good news of the gospel is to be shared. As we tell others what Christ has done for us, we will find ourselves growing by spiritual leaps and bounds (Mt. 28:19-20).

Read. The most direct source of a Christian’s spiritual growth is the Bible. It must be read regularly because it is his milk and strong meat (1 Pet. 2:2; Heb. 5:12-14). It tells us how to live (Ps. 119:105). It is God’s word to us today.

All Lovely Things

Posted on by bentlove999.
Categories: Uncategorized.

    ALL lovely things will have an ending,
    All lovely things will fade and die,
    And youth, that’s now so bravely spending,
    Will beg a penny by and by.

    Fine ladies soon are all forgotten,
    And goldenrod is dust when dead,
    The sweetest flesh and flowers are rotten
    And cobwebs tent the brightest head.

    Come back, true love! Sweet youth, return!–
    But time goes on, and will, unheeding,
    Though hands will reach, and eyes will yearn,
    And the wild days set true hearts bleeding.

    Come back, true love! Sweet youth, remain!–
    But goldenrod and daisies wither,
    And over them blows autumn rain,
    They pass, they pass, and know not whither.

    Conrad Aiken

Love and Friendship

Posted on April 17, 2005 by bentlove999.
Categories: Uncategorized.

Love is like the wild rose-briar,
Friendship like the holly-tree—
The holly is dark when the rose-briar blooms
But which will bloom most constantly?

The wild-rose briar is sweet in the spring,
Its summer blossoms scent the air;
Yet wait till winter comes again
And who will call the wild-briar fair?

Then scorn the silly rose-wreath now
And deck thee with the holly’s sheen,
That, when December blights thy brow,
He may still leave thy garland green.

By:Emily Brontë

Mentari Yang Tersembunyi

Posted on April 15, 2005 by bentlove999.
Categories: Uncategorized.

Ketika mentari tersenyum tersembunyi

Diantara awan-awan hitam yang kelabu

Terdengar rintihan sang langit yang haru

Penuhi bumi dengan tetesan air nan sejuk

Menghiasi cakrawala dengan pelangi nan mewarna

Sepasang tangan mulai terangkat

Memberi tanda syukur yang bersuka

Sbab kerinduan hati terjawab dalam keringnya musim

Penantian yang gersang diganti dgn pengharapan yang berair

Lagu sendu tanda terima kasih

Dinyanyikan dengan hati bersyukur

Gejolak raga yang merana sudah berlalu

Seiring tetesan air mata sang langit turun berantai

Suatu karya nan megah dari DIA yang disembah

Kini sang langit mulai memutih mata

Dan sang mentari tersenyum perkasa

Menatap hari nan cerah dalam cinta

Kusambut hari penuh asa dan cita